Viral Hobby yang berbahaya dan tidak masuk akal
Hai Sobatku, selamat datang kembali ke blog tercinta saya,
kali ini saya ingin membahas mengenai Hobby-hobby yang berbahaya dan sangat tidak masuk akal yang berujung cedera parah, cacat dan bahkan bisa menyebabkan kematian.
di lansir dari fimela.com, banyak hobby hobby keren yang menurutnya sangat berbahaya untuk di lakukan, akibat dari Hobby tersebut cenderung fatal dan bahkan berujung pada kematian.
berikut daftar dari beberapa Hobby yang berbahaya yang perlu sobatku ketahui :
Bungee Jumping butuh perhatian khusus dimana pelaku Hobby tersebut harus benar benar mengandalkan safety sebagai point utama sebelum melakukan kegiatan tersebut,
keselamatan merupakan prioritas yang harus di nomor satukan, mulai dari pengecheckan peralatan yang di butuhkan hingga sampai dengan perlengkapan pada tubuh yang harus
benar dalam kondisi baik.
banyak media yang memposting berita terkait resiko dari Bungee Jumping, diantaranya dikutip dari media.co.idSalah satunya dialami seorang penggemar bungee jumping berusaha melakukan aksi berbahaya di sebuah taman di Gdynia, Polandia. Dia melompat dari ketinggian 100 meter menggunakan derek.
Pelompat berusia 39 tahun itu melayang bebas di udara. Seolah tak terjadi tekanan.
Tetapi ketika kabel mulai mengencang, tali yang melekat pada pergelangan kakinya putus. Dia bebas jatuh dengan kecepatan penuh, The Sun melaporkan.
Untungnya ada bantalan udara besar di bawah tempat ia melompat.
Paramedis dan orang-orang di sekitarnya bergegas membantunya dan membawanya ke rumah sakit.
Lelaki pemberani itu didiagnosis menderita patah tulang belakang dan cedera lainnya pada beberapa organ dalam."
namun bagi sobat² ku yang ingin menguji adrenalin silahkan di coba jangan lupa memastikan keselamatan diri terlebih dahulu dari sisi perlengkapan yang digunakan serta kondisi fisik/jasmaninya agar tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan.
Kesehatan kardiovaskular adalah komponen penting dari keselamatan scuba diving. Peselam diwajibkan untuk selalu melihat status SPG untuk mengetahui berapa tekanan udara yang tersisa dalam tabung, dan melakukan penghentian penyelaman di tekanan SPG yang diharuskan sesuai kedalaman yang ditempuh, kemudian naik dengan aman ke permukaan. Kedua, Bila terjadi overflowing udara karena kegagalan alat, dapat dilakukan berbagi pernafasan bantuan dengan pasangan selam atau yang biasa dikenal dengan Buddy-Breathing. scuba Diving ini berpengaruh pada jantung.
Bisa dibayangkan kalau peselam dari kedalaman 10 meter saat paru-parunya sudah terkompensasi udara kemudian menahan nafas dan naik ke permukaan, udara akan menjadi dua kali lipat dari kapasitas paru paru dan tidak bisa kemana-mana karena peselam menahan nafas, dan akan menyebabkan alveoli paru-paru meledak dan udara masuk ke tempat yang tidak seharusnya (Lung Expansion Injury).
Nah Sobatku untuk melakukan olah raga ini kalian harus benar benar dalam kondisi sehat dan tetap pertimbangkan keselamatan serta kondisi peralatan yang di gunakan.
Olahraga ini banyak di minati oleh semua kalangan karena keseruannya dalam menguji adrenalin, namun apakah sobatku tahu, jika Arung Jerang (rafting) juga memiliki resiko tinggi akan cedera dan bahkan berujung dengan kematian ? ketika arus lemah saat terjadi kecelakaan persentase rafter yang selamat mungkin lebih tinggi, namun bayangkan jika kondisi arusnya kencang dan batu batuan besar menjadi penghalang terbesar sepanjang perjalanan ?
bagi kalian yang ingin menguji Adrenalin dengan olah raga ini tetap pastikan K3 keselamatan sebagai prioritas, peralatan yang dibutuhkan dan jangan lupa baca buku panduan keselamatan untuk antisipasi ketika terjadi hal hal yang tidak di inginkan.
Berikut adalah kode etik Rafter seperti yang di lansir oleh highlandadventure.co.id
Safety Code Wisata Arung Jeram
Safety Code Wisata arung jeram adalah suatu pedoman yang dirancang untuk memastikan keamanan, keselamatan, dan etika dalam melakukan wisata arung jeram, khususnya dalam kegiatan arung jeram. Pedoman ini terdiri dari 7 bagian yang disingkat dengan kata “SELAMAT“, yaitu Safety Code Wisata Petualangan.
Bagian pertama dari Safety Code ini adalah “S“, yang mengacu pada SDM yang kompeten. Para pelaku wisata arung jeram harus memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku yang dibutuhkan dalam melakukan kegiatan ini. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa wisatawan akan mendapatkan pengalaman yang aman dan menyenangkan.
Bagian kedua adalah “E, yang mengacu pada energi dan kekuatan fisik yang terjaga. Sebelum melakukan kegiatan wisata arung jeram, wisatawan harus memastikan bahwa mereka memiliki kondisi fisik yang cukup dan terjaga. Hal ini sangat penting untuk menghindari kecelakaan dan cedera selama melakukan kegiatan tersebut.
Bagian ketiga adalah “L, yang mengacu pada lokasi wisata petualangan. Wisatawan harus memahami kondisi fisik dan non-fisik dari lokasi wisata petualangan, termasuk perubahan yang dapat terjadi akibat cuaca. Dalam hal ini, ketersediaan informasi yang akurat dan lengkap mengenai lokasi wisata petualangan sangat penting untuk memastikan keselamatan wisatawan.
Bagian keempat adalah “A“, yang mengacu pada alat, sarana, dan pra-sarana yang berkualitas dan memadai. Wisatawan harus memastikan bahwa alat dan sarana yang digunakan dalam melakukan kegiatan wisata arung jeram berkualitas dan memadai. Hal ini akan membantu meminimalkan risiko cedera atau kecelakaan.
Bagian kelima adalah “M“, yang mengacu pada manajemen wisata petualangan. Para penyelenggara wisata petualangan harus memiliki rencana yang matang dalam menyelenggarakan kegiatan wisata arung jeram. Hal ini meliputi perencanaan rute, pemilihan waktu, dan pengaturan transportasi. Dengan manajemen yang baik, para penyelenggara dapat memastikan bahwa wisatawan mendapatkan pengalaman yang aman dan menyenangkan.
Bagian keenam adalah “A“, yang mengacu pada alam yang dijaga dan dilestarikan. Kegiatan wisata arung jeram harus dilakukan dengan menjaga lingkungan alam sekitar. Wisatawan harus memahami betapa pentingnya menjaga kelestarian alam demi keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan lingkungan.
Bagian terakhir adalah “T” (Terapkan), yang mengacu pada penerapan prosedur operasi standar yang berlaku lokal dan global. Para penyelenggara wisata petualangan harus mematuhi prosedur operasi standar yang ditetapkan oleh pemerintah setempat dan internasional. Hal ini sangat penting untuk memastikan keselamatan wisatawan dan menjaga kepercayaan masyarakat.
Olahraga ini juga merupakan yang paling digemari ketika liburan tiba, selain untuk menguji Adrenalin, ada kepuasan tersendiri ketika berhasil menaklukan tebing tebing dengan ketinggian tertentu, namun apakah sobatku tahu apa saja bahaya yang timbul dari olahraga ini ?
mari kita simak ulasan berikut :
1. posisi curam pada tebing memungkinan pegangan terlepas ketika berpegangan
2. posisi ketika berpindah dari satu titik ke titik lain saat salah menentukan area pegangan justru akan menyebabkan kita kehilangan kendali apabila acuan pegangan itu retak atau lepas.
3. benturan yang terjadi ketika pegangan terlepas
A. posisi curam membuat kita sulit untuk menentukan titik pegangan sebagai acuan agar proses memanjat bisa berjalan dengan sukses, proses penentuan pemasangan kait untuk safety belt/body harness juga menjadi faktor pendukung yang harus di perhatikan.
B. saat berpindah dari satu titik ke titik lainnya ada fase dimana kekuatan tangan menjadi penentu untuk menahan berat badan dan pijakan kaki pada sisi tebing juga harus benar benar di perhatikan.
C. posisi tubuh ketika pegangan terlepas dan mengantipisasi benturan yang terjadi juga merupakan salah satu point utama dalam keselamatan panjat tebing.
nah sobatku sekian dulu, tetap pastikan keselmatan menjadi pilihan nomor 1 dalam berolah raga.



Komentar
Posting Komentar