Hobby Melamar Pekerjaan

 Seperti yang kita ketahui, keinginan untuk terus maju dan berkembang dalam segala aspek kehidupan itu sangat mempengaruhi prilaku dan habit (kebiasaan) seseorang, umumnya seseorang tidak akan pernah puas dengan pencapaian yang sudah ia dapatkan, selalu ingin lebih dan lebih. Penyebabnya adalah kesenjangan sosial serta keinginan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik.


Sebagai Contoh :

Ada seseorang yang sudah sukses dalam berkarir, ia bisa mendapatkan omset ratusan juga perbulan namun ia masih ingin meraih kesuksesan yang lebih besar lagi, yaitu milyaran. Ini lumrah jika di pandang dari kacamata ilmu ekonomi. Seseorang terobsesi dengan pendapatan yang besar setiap harinya sebagai persiapan untuk masa tuanya, keluarganya dan sebagainya. dalam istilah lain ini juga bisa di sebut Hobby, yaitu Hobby untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar dari yang sudah ia dapatkan. Oleh karenanya seseorang berusaha melamar pekerjaan agar mendapat penghasilan yang lebih baik dari yang ia dapatkan saat ini.

Pertanyaan !!

Apa yang ada dalam fikiran bloggerian mengenai hal semacam ini ? Bagaimana pendapat bloggerian dalam menyikapi hal semacam ini ?


Tulis di komentar ya....


Kita lanjutkan.

Mencari pekerjaan dengan benefit dan income yang lebih tinggi tentulah menjadi idaman semua pekerja, mereka berusaha semaksimal mungkin dalam membuat CV untuk melamar ke suatu instansi atau perusahaan yang menjanjikan income besar serta benefit yang baik. Oleh karena itu banyak yang banting setir untuk melamar ke instansi atau perusahaan tersebut dan berharap di terima. Segala upaya dilakukan untuk bisa mendapatkan pekerjaan dan income yang lebih baik pastinya. Sebagai seorang pekerja memang loyalitas merupakan hal yang utama dalam bekerja di sebuah perusahaan, namun jika loyalitas dan income tidak sesuai tentu akan merubah pola kinerja karyawan atau staffnya apalagi tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab yang di emban lebih berat daripada yang seharusnya ia kerjakan.


Banyak ucapan - ucapan yang sering kita dengar dimana diantaranya :

"Gaji menentukan skill" atau "skill menentukan gaji", 

Pihak perusahaan pasti akan menilai dengan seksama perkembangan karyawannya, begitu juga dengan kemampuan yang dikuasainya. Negosiasi awal ketika akan diterima bekerja adalah upaya pertama untuk menentukan income yang ingin di terima, selanjutnya kembali kepada individu masing - masing apakah siap dan mampu mencurahkan semua kemampuannya Serta mempertanggung jawabkan keahlian yang dimilikinya untuk perusahaan tersebut dengan gaji berdasarkan negoisasi tersebut. 

Renungan :

1. Seandainya diterima, sebesar apa kontribusi yang akan kita berikan kepada perusahaan tersebut ?

2. Mampukah kita menunjukkan semua keahlian yang kita miliki untuk perusahaan tersebut ?

3. Bagaimana sikap kita dalam menyikapi semua kebijakan yang diatur oleh perusahaan ?

4. Apakah kita bisa memenuhi tuntutan pekerjaan / hasil yang di minta oleh perusahaan ketika menerima negosiasi gaji yang kita ajukan di awal dengan perusahaan ?


sebagian orang mungkin berfikir bahwa dengan beralih profesi lebih baik untuk masa depan, namun mereka tidak memikirkan bahwa dengan melakukan hal demikian mereka sama saja seperti membuka lembaran baru dalam dunia karir mereka sehingga pengalaman kerja mereka harus dirintis ulang. 

Melihat begitu banyak rekan - rekan yang tiba tiba banting setir seperti itu jadi bingung sendiri. Bagaimana melakukan pencapaian untuk diri sendiri dan memberikan kontribusi kepada perusahaan jika demikian caranya ? Bagaimana menilai kesuksesan kita dengan cara seperti itu ? 

Kembali lagi kepada individu masing - masing bagaimana menghadapi dan mentafsirkannya karena itu merupakan salah satu hobby yang mungkin mereka tekuni.


Ingatlah untuk selalu memberikan kontribusi yang positif terhadap perusahaan dimanapun anda di perkerjakan, karena banyak masih diluar sana yang justru sulit sekali mencari pekerjaan atau mendapatkan pekerjaan dengan income yang sesuai dengan harapan mereka.

Komentar

Postingan Populer